Bagi Prabowo, tampaknya, tidak ada waktu untuk berleha-leha selama persoalan rakyatnya belum teratasi. Aris menyebut banyak keputusan sang Presiden lahir dari hati, bukan sekadar kalkulasi pikiran.
“Nah pemimpin itu kan harus memimpin dengan hati, tidak hanya dengan pikiran saja ya,” tuturnya. Lalu ia menirukan ucapan Prabowo: “Usiaku sudah 75 tahun, saya kepingin suatu saat meninggalkan dunia ini dengan tersenyum melihat rakyat kecil bahagia, melihat program-program pemerintah jalan.”
Perhatiannya ini, kata Aris, bukan hal baru. Sudah terlihat sejak lama, tepatnya saat mereka masih bersama-sama di dunia militer. Perhatian Prabowo ke anak buahnya waktu itu disebutnya luar biasa.
“Dari sisi hati ya, saya melihat dari dulu beliau itu selalu perhatian kepada orang kecil. Waktu masih di militer itu, perhatian ke anak buah itu luar biasa,” kenang Aris.
“Contoh, beliau melihat perumahan prajurit. Gimana caranya ya dia bangun, dia perbaiki. Bagaimana makannya prajurit di setiap satuan-satuan yang di bawah beliau. Beliau berjuang semaksimal mungkin ya untuk mensejahterakan. Dan sampai sekarang itu diwariskan ya kan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Momentum Positif, Peluang 86%: Michael Carrick Kandidat Utama Kursi Pelatih Permanen MU
Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat
Kapolri Pantau Langsung Kesiapan Arus Balik Liburan dari Command Center Bali
Enam Tewas dalam Kecelakaan Minibus di Majalengka