Namun begitu, kebijakan itu punya konsekuensi. Jalur alternatif seperti Pantura langsung kebanjiran kendaraan berat. Dampaknya langsung terasa: laju lalu lintas melambat, risiko kecelakaan berpotensi naik, dan pengguna jalan harian harus ekstra sabar.
Di sisi lain, petugas gabungan dari Dishub dan kepolisian sudah disiagakan. Mereka berjaga di titik-titik rawan, berusaha mengatur arus lalu lintas sebaik mungkin. Upaya pengawasan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah.
Bagi para pengendara yang melintas, imbauannya jelas: waspada lebih tinggi. Menjaga jarak aman dengan truk atau bus menjadi keharusan. Kondisi jalan yang padat dengan kendaraan besar butuh konsentrasi ekstra.
Singkatnya, kemacetan di Pantura Cirebon ini adalah trade-off yang tak terhindarkan. Kebijakan pengalihan dari tol memang membuat arteri ini menjerit menanggung beban, setidaknya hingga larangan itu dicabut minggu depan.
Artikel Terkait
Bocah 6 Tahun Tewas Tenggelam di Pantai Gratis Singkawang
Ledakan Misterius Guncang Kawasan Utara Beirut, Diduga dari Rudal Pencegat
Angin Puting Beliung di Sabu Raijua Robohkan Gudang, Kerugian Capai Rp520 Juta
Kontras Ekstrem: Harga Pasar Kapten Indonesia vs Saint Kitts and Nevis Capai 400 Kali Lipat