Rivan juga mengingatkan soal persiapan perjalanan. Dia menyarankan agar pengendara sudah merencanakan waktu dan lokasi istirahat sebelum masuk ke ruas tol. Kalau-kalau rest area di dalam tol sudah penuh, lebih baik keluar lewat akses terdekat untuk cari tempat istirahat di luar.
"Persiapkan perjalanan dengan baik. Atur waktu dan tentukan lokasi istirahat sebelum masuk ke jalan tol," tegasnya.
Di sisi lain, koordinasi dengan kepolisian juga diperkuat. Salah satu fokusnya adalah pengalihan kendaraan barang, khususnya di titik rawan seperti Gerbang Tol Palimanan dan akses masuk Tol Jakarta-Cikampek. Pengalihan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang sudah ada.
Nah, buat pengemudi truk atau kendaraan berat sumbu tiga ke atas, perhatian khusus diberikan. Mereka diimbau patuh pada pembatasan operasional selama periode puncak, yaitu 13 sampai 29 Maret 2026. Aturan ini tertuang dalam SKB tiga kementerian dan kepolisian, dan memang dibuat untuk mengurangi beban jalan saat arus balik.
Rivan juga menyelipkan saran agar perjalanan pulang diatur dengan bijak. Dia menganjurkan untuk menghindari tanggal puncak balik, yakni 24, 28, dan 29 Maret. Masa tengah, tanggal 25 sampai 27 Maret, bisa dimanfaatkan karena banyak perusahaan menerapkan Work From Anywhere (WFA). Bonusnya, di tanggal 26-27 Maret itu ada diskon tarif tol 30 persen di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group. Lumayan kan buat menghemat?
Semua langkah ini pada intinya cuma satu: membuat perjalanan mudik balik masyarakat lebih aman dan nyaman, sekaligus mencegah kemacetan yang bisa berjam-jam.
Artikel Terkait
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Arah Jakarta Antisipasi Arus Balik
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup
Kebijakan Larangan Truk-Bus di Tol Picu Kemacetan Parah di Pantura Cirebon