Lalu, bagaimana kalau lonjakan kendaraan ternyata sangat signifikan? Pemerintah punya opsi cadangan. Lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang menuju Krakatau Bandar Samudera (KBS) akan dibuka. Langkah ini diharapkan bisa memecah kepadatan, mengalihkan sebagian arus dari jalur utama Bakauheni-Merak.
Di sisi lain, ada persoalan lain yang juga disoroti: pengendalian kendaraan di dalam kawasan pelabuhan sendiri. Soalnya, antrean yang meluas keluar area bisa bikin masalah baru. Makanya, pengaturan di kawasan penyangga dan perluasan radius pembelian tiket masuk dalam daftar evaluasi. Semua dirancang agar kekacauan bisa diminimalisir.
Pada akhirnya, semua strategi ini punya satu tujuan utama. Menurut Menhub, kelancaran tentu penting, tapi ada hal yang lebih utama.
“Kelancaran itu penting, tetapi keselamatan adalah yang utama. Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” tegas Dudy.
Jadi, intinya pemerintah sedang berusaha menyeimbangkan dua hal: efisiensi perjalanan dan jaminan keselamatan. Menghadapi arus balik 2026, persiapan harus lebih matang dari sebelumnya.
Artikel Terkait
Mentan: Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global
Lonjakan Pengunjung Ancol Capai 54.379 Orang di Hari Kedua Lebaran 2026
Ancol Dibanjiri Pengunjung H+2 Lebaran, Catat Lonjakan Signifikan
Mudik Lebaran Diproyeksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026