BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran, Antisipasi Hujan Ekstrem dan Karhutla

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB
BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Lebaran, Antisipasi Hujan Ekstrem dan Karhutla

"Ini situasional. Tergantung kondisi. Kalau melihat ada potensi hujan ekstrem, modifikasi cuaca akan segera dilakukan untuk menurunkan curah hujan sekitar 20 sampai 50 persen," ujarnya lagi.

Di sisi lain, tak semua daerah justru dikurangi hujannya. Di Riau, misalnya, operasi yang sama justru dilakukan untuk menambah curah hujan. Logikanya sederhana: dengan meningkatkan hujan, risiko kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu bisa ditekan.

Faisal juga memberikan peringatan terkait pola musim tahun ini. Ia menyebut bahwa musim kering diprediksi akan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dibanding tahun lalu. "Secara umum, 2026 akan lebih kering daripada 2025," katanya.

Kondisi itu, lanjutnya, tentu butuh kewaspadaan ekstra. Bukan cuma soal kekeringan dan ancaman karhutla, tapi juga dampaknya pada kesehatan masyarakat. "Ini juga jadi upaya kita untuk menjaga swasembada pangan di Indonesia," tutup Faisal.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar