Presiden Prabowo Gelar Open House Idulfitri, Disambut Antusias Warga

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB
Presiden Prabowo Gelar Open House Idulfitri, Disambut Antusias Warga

Suasana di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu siang itu ramai dan penuh sukacita. Dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto menggelar Open House untuk masyarakat umum. Yang langsung menarik perhatian, beliau datang didampingi putranya, Didit Hediprasetyo.

Pak Prabowo tampil dengan busana putih bersih baju Koko dan peci hitam. Begitu masuk ruangan, beliau langsung diserbu warga yang antusias. Mereka berebutan ingin bersalaman, bahkan tak sedikit yang meminta foto bersama. Sorak-sorai gembira menggema di seantero ruang.

"Pak Prabowo, pak Prabowo!" teriak seorang warga, suaranya lantang menembus keriuhan.

Di sisi lain, tampak juga beberapa jajaran kabinet yang turut mendampingi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ada di sana, ikut meramaikan suasana.

Sebelum acara dimulai, Prasetyo sudah memberikan penjelasan. Menurutnya, open house hari ini memang dikhususkan untuk rakyat biasa.

"Pada hari ini Bapak Presiden mengadakan Open House khusus untuk masyarakat umum," katanya.

"Insyaallah, beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir," tambah Prasetyo, menyebut bahwa Presiden akan melakukan hal serupa dengan tahun sebelumnya.

Hal lain yang ditegaskannya: para pejabat tidak diwajibkan hadir. Prabowo rupanya tak ingin merepotkan mereka yang mungkin punya agenda keluarga di hari raya.

"Beliau tidak ingin merepotkan. Jadi sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum kita buka," pungkas Prasetyo.

Dan benar saja, siang itu istana benar-benar menjadi milik publik. Penuh tawa, salam, dan cahaya lampu kamera ponsel yang tak berhenti berkedip. Sebuah momen lebaran yang sederhana, namun terasa hangat dan dekat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar