Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang menggodok langkah efisiensi. Targetnya, belanja kementerian dan lembaga. Tujuannya jelas: menjaga kesehatan anggaran negara di tengah berbagai tekanan fiskal yang ada.
Nah, salah satu opsi yang sedang digarap serius adalah pemangkasan anggaran operasional. Angkanya sekitar 10 persen. Di sisi lain, pengajuan anggaran tambahan dari para pimpinan instansi juga bakal diperketat. Jadi, bukan cuma soal memotong, tapi juga menahan laju permintaan dana baru yang kerap datang bertubi-tubi.
Menurut Purbaya, intinya bukan menghentikan belanja negara. "Terus kita akan pastikan belanja-belanja pemerintah yang memang harus dibelanjakan itu dibelanjakan tepat waktu. Bukan yang dipotong ya," tegasnya.
Ia menambahkan, "Jadi pada dasarnya kita akan mematuhi anggaran."
Pernyataan itu disampaikannya usai menunaikan salat Id di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Ditjen Pajak, Sabtu lalu. Tantangan terberatnya? Menurut sang menteri, adalah intensitas pengajuan anggaran baru dari berbagai kementerian yang nilainya bisa dibilang fantastis. Puluhan triliun rupiah. Karena itulah, ia berancang-ancang untuk bersikap lebih tegas dalam menyaring usulan-usulan tersebut.
"Menteri-menteri kan ngajuin terus berapa puluh triliun. Itu kami batasin, kami potong, kalau yang lain kami akan sesuaikan," ujar Purbaya blak-blakan.
Artikel Terkait
Jasa Marga dan Korlantas Teruskan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,9 Juta per Gram di Hari Lebaran 2026
Silaturahmi Idulfitri, Pramono Anung dan Rano Karno Sambut Ratusan Warga di Balai Kota
Pemerintah Terapkan WFH Sehari Seminggu untuk ASN Usai Lebaran