Menkeu Godok Pemangkasan Anggaran Operasional K/L hingga 10%

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:40 WIB
Menkeu Godok Pemangkasan Anggaran Operasional K/L hingga 10%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sedang menggodok langkah efisiensi. Targetnya, belanja kementerian dan lembaga. Tujuannya jelas: menjaga kesehatan anggaran negara di tengah berbagai tekanan fiskal yang ada.

Nah, salah satu opsi yang sedang digarap serius adalah pemangkasan anggaran operasional. Angkanya sekitar 10 persen. Di sisi lain, pengajuan anggaran tambahan dari para pimpinan instansi juga bakal diperketat. Jadi, bukan cuma soal memotong, tapi juga menahan laju permintaan dana baru yang kerap datang bertubi-tubi.

Menurut Purbaya, intinya bukan menghentikan belanja negara. "Terus kita akan pastikan belanja-belanja pemerintah yang memang harus dibelanjakan itu dibelanjakan tepat waktu. Bukan yang dipotong ya," tegasnya.

Ia menambahkan, "Jadi pada dasarnya kita akan mematuhi anggaran."

Pernyataan itu disampaikannya usai menunaikan salat Id di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Ditjen Pajak, Sabtu lalu. Tantangan terberatnya? Menurut sang menteri, adalah intensitas pengajuan anggaran baru dari berbagai kementerian yang nilainya bisa dibilang fantastis. Puluhan triliun rupiah. Karena itulah, ia berancang-ancang untuk bersikap lebih tegas dalam menyaring usulan-usulan tersebut.

"Menteri-menteri kan ngajuin terus berapa puluh triliun. Itu kami batasin, kami potong, kalau yang lain kami akan sesuaikan," ujar Purbaya blak-blakan.

Namun begitu, Purbaya berusaha menenangkan. Ia menjamin kebijakan penghematan ini sudah dihitung matang agar tidak sampai menggoyang pertumbuhan ekonomi. Komitmennya adalah memantau kondisi likuiditas pasar secara ketat, bahkan mungkin setiap hari, untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.

"Tapi enggak akan sampai berefek ke perekonomian, dan kami pastikan juga likuiditas terjaga baik. Itu saya monitor mungkin harian," janjinya.

Lalu, bagaimana dengan wacana potong 10 persen tadi? Purbaya mengakui prosesnya tak semudah membalik telapak tangan. Negosiasi dengan para pimpinan kementerian dan lembaga masih berlangsung alot. Yang lucu, alih-alih menyetujui efisiensi, banyak instansi justru merespons dengan mengajukan tambahan dana lagi.

"Kalau kami usulin, mereka ngajuin 10 persen (efisiensi). Tapi kalau saya tawarin ke mereka (efisiensi 10 persen), mereka bukan potong malah nambah terus," keluhnya.

Ia melanjutkan, "Kalau mereka bilang potong, mungkin nanti mereka sesuaikan. Tapi berapa persen, lagi kami diskusikan."

Jadi, skema efisiensi ini masih dalam tarik-ulur. Hasil akhirnya masih harus ditunggu, sementara Purbaya tetap pada pendirian untuk mengencangkan ikat pinggang anggaran negara.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar