Sabtu pagi itu, suasana di sekitar Istana Negara sudah ramai. Warga berduyun-duyun memadati area, menanti acara silaturahmi Idulfitri yang digelar Presiden Prabowo Subianto. Panasnya matahari Jakarta sepertinya tak mengurungkan niat mereka untuk datang.
Dari pantauan di lokasi, kerumunan terlihat paling padat di gerbang Majapahit, pintu utama menuju acara. Untuk mengatasi terik, beberapa tenda sudah disiapkan pihak Istana sebagai tempat berteduh.
Septi, seorang warga Mangga Besar, mengaku dapat info soal open house ini dari obrolan dengan teman-teman saat salat tarawih di Masjid Istiqlal. Dia datang dengan dua harapan: bersilaturahmi dan mungkin dapat bantuan sembako.
“Dari teman-teman di Masjid Istiqlal, pas salat tarawih. Iya (silaturahmi). Infonya ada sembako. Makanya ibu ke sini,” katanya.
Cerita serupa datang dari Wanto, warga Cipinang. Pria ini mengaku termotivasi datang karena kerap melihat pemberitaan acara serupa di televisi. Rasa penasaran untuk merasakan langsung atmosfer Istana mendorongnya hadir.
“Karena setiap tahun dapat berita dari TV swasta, makanya saya ingin itu,” ucap Wanto.
Ia datang sendiri sejak pukul sembilan pagi, jauh sebelum acara yang dijadwalkan mulai pukul satu siang. Menurut pengamatannya, ada perubahan jadwal dari tahun lalu. Wanto pun bersabar menunggu.
“Semuanya paket komplit, pengen lihat pejabat juga. Semuanya. Seinget saya kak, tahun kemarin abis salat Id, ini dirubah jadi jam 1 siang. Saya sabar menanti,” tambahnya.
Antusiasme warga tampak nyata. Mereka rela berdesakan dan menunggu berjam-jam, hanya untuk sekadar menyambung silaturahmi dan merasakan suasana hari raya di pusat pemerintahan.
Artikel Terkait
Kemensos Berhentikan 49 Pendamping PKH Sepanjang 2025 Akibat Langgar Aturan Penyaluran Bansos
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Akan Intervensi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Senilai Rp27 Miliar
Pendapatan IMAX Turun 6,5 Persen di Kuartal I 2026, Laba Bersih Anjlok 26 Persen
Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Rekomendasi Setebal 3.000 Halaman ke Presiden Prabowo