Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 02:35 WIB
Sopir Bus Relakan Mudik Demi Antar Penumpang Pulang Kampung

Perjalanan memang masih bisa dilalui, meski dengan kondisi ramai lancar. Rekayasa lalu lintas one way juga diberlakukan. Tapi, bagi Ahmad, sistem itu tak selalu jadi solusi tercepat. “Lebih lambat, karena di bawah banyak kendaraan lain,” jelasnya. Lajur seberang yang kosong memang menggiurkan, tapi arus dari arah bawah tetap saja menyita waktu.

Di balik kemudi, tanggung jawabnya besar. Menjaga kondisi fisik adalah harga mati demi keselamatan puluhan penumpang di belakangnya. Ahmad berusaha disiplin soal istirahat, dan dalam perjalanan panjang dia dibantu satu sopir cadangan. Saat rasa lelah mulai menyerang, strateginya sederhana: makan camilan untuk mengusir kantuk.

Musim mudik juga berarti berhadapan dengan beragam karakter penumpang. Ada yang sabar, ada pula yang tak bisa tenang. “Banyak yang minta cepat, padahal kondisi macet,” katanya, menggeleng pelan. Permintaan yang mustahil dipenuhi di tengah lautan kendaraan.

Begitulah kenyataannya. Di balik lancarnya perjalanan jutaan pemudik, ada pengorbanan sunyi para sopir seperti Ahmad. Mereka merelakan kebersamaan dengan keluarga sendiri, hanya untuk memastikan orang lain sampai dengan selamat di pelukan sanak saudara. Sebuah pilihan yang tak mudah, tapi dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar