Jakarta Barat Kerahkan 100 Truk Atasi Tumpukan Sampah di Grogol dan Tambora

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:45 WIB
Jakarta Barat Kerahkan 100 Truk Atasi Tumpukan Sampah di Grogol dan Tambora

Jakarta Barat bergerak cepat. Sabtu kemarin, tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang Jalan Pangeran Tubagus Angke, Grogol Petamburan, serta di dua TPSS di Tambora, langsung ditangani. Pemkot setempat tak main-main, mereka mengerahkan seratus truk sekaligus untuk membersihkan semua itu.

Menurut Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, penumpukan sampah ini bukan tanpa sebab. Ada kendala teknis di Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang, ditambah perubahan jadwal pembuangan yang bikin urusan jadi runyam. "Kemarin pengiriman ke Bantar Gebang terhambat, jadinya sampah numpuk luar biasa. Tapi, berkat kebijakan dinas terkait, hari ini kita kerahkan 100 truk untuk menyelesaikan yang tertunda," jelas Iin saat dikonfirmasi di Jakarta.

Masalahnya nggak cuma sampah yang menggunung. Di sisi lain, saluran air di kawasan itu juga dalam kondisi memprihatinkan. Pendangkalan parah akibat lumpur dan sampah membuatnya nyaris tak berfungsi.

Iin mengaku sudah mengetes kedalaman saluran pakai bambu. Hasilnya? Sangat dangkal. Karena kawasan ini rawan banjir luapan Kali Angke, rencananya usai Lebaran nanti akan digelar kerja bakti massal terpadu. "Setelah Idul Fitri, kami akan lakukan kerja bakti dengan tim teknis untuk normalisasi," tambahnya.

Untuk jangka panjang, ada strategi lain yang disiapkan. Pemkot Jakbar berencana mengoptimalkan pemilahan sampah organik langsung dari sumbernya. Salah satu caranya dengan memanfaatkan lubang biopori di area taman. "Sampah daun jangan lagi dibuang ke Bantar Gebang. Kita akan buat lubang resapan biopori di jalur taman. Sampah daun dicacah dan dimasukkan ke sana," pungkas Iin. Menurutnya, cara ini bisa mengubah daun jadi pupuk sekaligus membantu resapan air saat hujan.

Sementara itu, dari lapangan, Achmad Hariadi selaku Kepala Sudin LH Jakarta Barat punya penjelasan soal strategi penanganannya. Dia bilang sudah berkoordinasi dengan Satpel LH Tambora untuk menerapkan taktik 'gempur'.

"Kebijakan kita sekarang mengedepankan prioritas pada titik dengan volume sampah tinggi. Kita gempur bersama-sama. Jadi nggak ada truk yang berpencar sendiri-sendiri di tiap kelurahan. Kita fokus tuntaskan satu tempat, baru pindah," jelas Achmad.

Strategi ini, katanya, untuk menyiasati jumlah armada yang terbatas. Meski fokus 'menggempur' titik krusial seperti Tambora dan Jelambar Baru, dia memastikan layanan rutin di jalur protokol tetap jalan.

Nah, soal penumpukan di Jelambar Baru, Achmad mengaku sudah memberi teguran. Dia menegaskan wilayah itu adalah jalur utama yang harusnya jadi prioritas. "Saya dan Bu Wali Kota sudah menegur Kasatpel dan pengawasnya. Agar kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat kembali nyaman," imbuhnya.

Rupanya, persoalan sampah di ibu kota memang seperti tak ada habisnya. Butuh langkah cepat dan strategi jitu agar jalanan kembali lega dan warga bisa bernapas lega.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini