Di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, suasana Kamis siang itu tampak biasa saja. Tapi dari balik pernyataan Sekjen partai, Sarmuji, ada pesan penting yang ingin disampaikan: koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto masih kuat. Solid, katanya. Bahkan, ia menyebut wacana membentuk koalisi permanen mulai mengemuka, meski lewat obrolan-obrolan informal antarpartai.
"Ya solid lah, insyaallah solid," ucap Sarmuji kepada para wartawan yang menunggu.
Ia tak menampik bahwa dalam dinamika politik, perbedaan sikap itu hal yang wajar. Namun begitu, Sarmuji meyakinkan bahwa hal itu tak lantas membuat retak barisan. Menurutnya, justru perbedaan-perbedaan itulah yang nantinya akan didiskusikan secara intens.
"Koalisi permanen bisa terjadi," tegasnya.
Lalu ia melanjutkan, "Memang namanya koalisi itu pasti akan ada sikap-sikap politik yang akan didiskusikan secara intens ya. Jadi mungkin saja di awal-awal ada perbedaan, tetapi di ujungnya itu kemungkinan akan sama."
"Tentu nanti ada proses penyesuaian-penyesuaian," sambung Sarmuji, yang juga Ketua Fraksi Golkar di DPR itu.
Soal bagaimana komunikasi antarpartai koalisi berjalan, Sarmuji menggambarkannya dengan santai. Semua masih dalam tahap saling menyapa, menanyakan kabar. "Ya ngobrol informal, tanya-tanya, telepon-telepon," ujarnya.
Respons yang didapat? Cenderung positif. Meski begitu, ia mengakui bahwa jalan menuju kesepakatan tetap memerlukan kompromi.
"Ya tadi, mungkin harus ada penyesuaian-penyesuaian memperhatikan aspirasi masyarakat," imbuhnya. "Tapi arahnya sih kelihatannya oke-oke saja."
Nada bicaranya tenang, penuh keyakinan. Seolah ingin mengatakan, semua masih berjalan sesuai peta yang telah direncanakan.
Artikel Terkait
Saksi Ungkap Alur Dana Pembelian Kebun Sawit dalam Kasus Nurhadi
Konten Kreator Rizky Kabah Divonis 2 Tahun Penjara Atas Kasus Penghinaan Suku Dayak
BRI Gelar Acara Khusus Sambut Imlek 2577, Apresiasi Nasabah Setia
Helikopter Penyelamat Jatuh di Peru, 15 Orang Tewas