ASLI Sambut Pengendali Baru, Bidik Ekspansi ke Proyek Infrastruktur dan Fasilitas Industri

- Senin, 26 Januari 2026 | 08:50 WIB
ASLI Sambut Pengendali Baru, Bidik Ekspansi ke Proyek Infrastruktur dan Fasilitas Industri

PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) kini punya pengendali baru. Emiten konstruksi ini menyambut positif masuknya PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pemegang saham pengendali. Menurut mereka, langkah ini bakal memperkuat fondasi perusahaan dan mendorong ekspansi bisnis ke depan.

Yudra Saputra, Direktur ASLI, melihat sinergi ini membuka peluang yang lebih luas. Baik di proyek gedung maupun konstruksi sipil, ruang untuk berkembang jadi makin terbuka.

“Kami menyambut baik kehadiran PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pemegang saham pengendali baru Perseroan, serta mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sudjatmiko atas kontribusinya selama ini,” ujar Yudra dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

“Pengambilalihan ini bertujuan untuk pengembangan usaha WKM yang juga bergerak di bidang konstruksi, sehingga diharapkan tercipta kolaborasi positif antara pengalaman ASLI dan WKM di industri konstruksi,” tambahnya.

Target ke depannya jelas: ASLI ingin memperluas lini usahanya. Mereka akan merambah pembangunan fasilitas industri, perkantoran, dan hunian. Tak ketinggalan, proyek-proyek infrastruktur sipil seperti jalan, irigasi, hingga jembatan bidang yang memang sudah jadi keahlian WKM.

Di sisi lain, WKM sendiri datang dengan segudang pengalaman. Direktur WKM, Peter Handika, menegaskan bahwa portofolio proyek mereka akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi ASLI.

“Dengan pengalaman dan rekam jejak proyek yang kami miliki, kami optimistis kolaborasi ini dapat menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ASLI secara berkelanjutan,” kata Peter.

Rekam jejak itu memang cukup panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, WKM telah menyelesaikan berbagai proyek strategis. Mulai dari pembangunan workshop di Kalimantan Selatan, barak untuk TNI di perbatasan, hingga revitalisasi fasilitas di bandara. Mereka juga membangun jembatan di Mantewe, gedung perkantoran di Kotabaru, dan ruang VVIP di sebuah rumah sakit daerah.

Dari sisi korporasi, transaksi ini cukup besar. WKM akan membeli sekitar 4,345 miliar lembar saham ASLI, setara dengan 69,52% dari modal perusahaan. Transaksi perdana sudah berjalan pada 19 Januari 2026, melalui pasar negosiasi untuk 3,92 miliar lembar saham atau 62,72% yang sebelumnya dipegang oleh Sudjatmiko.

Dengan realisasi itu, WKM secara efektif telah menjadi pengendali baru. Selanjutnya, mereka wajib melaksanakan Penawaran Tender Wajib (MTO) atas sisa saham publik yang beredar, sesuai aturan yang berlaku.

Lalu, siapa di balik WKM? Pemilik manfaat akhirnya adalah Hariono, yang dikenal memiliki portofolio bisnis dalam jaringan usaha Haji Isam, termasuk PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Menariknya, beberapa proyek WKM sebelumnya memang memiliki keterkaitan historis dengan jaringan bisnis tersebut.

Dengan dukungan dari WKM, optimisme ASLI tampak menguat. Mereka yakin bisa mempercepat transformasi bisnis dan memperkuat posisi di pasar konstruksi nasional. Tentu saja, semua ini akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan tentu saja, kepatuhan pada seluruh regulasi yang berlaku.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar