"Saat puncak arus menyentuh 221 ribu kendaraan, one way kami perpanjang sampai Kalikangkung. Alhamdulillah dampaknya signifikan, perjalanan menjadi jauh lebih cepat," ujar Rivan.
Ia pun memberi contoh nyata. Para pemudik yang berangkat dari Jakarta pukul 04.00 WIB, katanya, sudah bisa tiba di Kalikangkung pada tengah malam hari yang sama. Sebuah lompatan kelancaran yang cukup mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Jadi sudah signifikan sangat cepat," tegasnya.
Namun begitu, perjalanan menuju kelancaran ini tidak mulus-mulus saja. Rivan mengakui ada kendala serius di lapangan, yaitu cuaca. Intensitas hujan yang luar biasa tinggi di awal Maret 2026 sempat menghambat pekerjaan perbaikan jalan.
"Di bulan Januari dan Februari sudah tinggi, tapi Maret benar-benar ekstrem. Dari tanggal 1 sampai 8 saja, hujan turun setiap hari. Kami nyaris tak bisa berbuat banyak untuk perbaikan jalan saat itu," papar Rivan.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026