“Mungkin ada prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi karena bagaimanapun juga kita harus mempertimbangkan juga kondisi kemampuan kita secara fiskal. Contohnya seperti itu,” tambah Prasetyo.
Soal persiapan ini, Menteri PAN-RB Rini Widyantini disebut sudah meminta seluruh instansi, termasuk pemerintah daerah, untuk memetakan kebutuhan pegawai mereka. Prosesnya berjalan paralel. Di pusat, pemerintah juga sedang menghitung jumlah ASN yang sudah ada. Intinya, mereka sedang mencari titik temu yang paling pas antara kebutuhan dan realitas yang ada.
Ada satu wacana menarik yang mencuat dari rapat tersebut. Kementerian Pertahanan kemungkinan akan dilibatkan dalam pendidikan dan pelatihan calon ASN nantinya. Pertimbangannya praktis: Kemenhan punya fasilitas latihan yang memadai dan lokasinya tersebar di banyak wilayah.
“Jadi begini, nantinya, pada saat kita memutuskan untuk melakukan rekrutmen ya, maka kita minta Kementerian Pertahanan sebagai salah satu kementerian yang memiliki fasilitas lembaga-lembaga pendidikan yang cukup banyak dan cukup tersebar, nah itu untuk menjalankan pendidikan dan pelatihannya. Itulah kenapa rapat kita selenggarakan di Kementerian Pertahanan,”
Pungkas Prasetyo menerangkan alasan di balik pemilihan lokasi rapat. Untuk sekarang, semua pihak tampaknya masih menunggu keputusan final dari pemerintah. Kapan rekrutmen itu benar-benar dibuka? Jawabannya masih mengambang, tergantung hasil perhitungan matang yang sedang dilakukan.
Artikel Terkait
TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Gratis dengan Bus Ramah Lingkungan
ASDP Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Merak Dimulai Malam Ini
Arbeloa Bawa Mbappe dan Bellingham ke Manchester, City Hadapi Tugas Mustahil
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta, Stasiun Jakarta Dipadati 54 Ribu Penumpang