Yang mencengangkan, semua ini dibangun hanya dalam waktu dua pekan, dimulai sejak hari kesepuluh puasa. Hasilnya? Sebuah area istirahat gratis dengan lahan parkir luas yang digadang-gadang sebagai salah satu yang ternyaman.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, saat melakukan inspeksi mendadak terlihat cukup terkesan. Menurutnya, pos ini punya nilai lebih.
"Saya melihat dari luar ya dan di dalam, ini punya keunikan, ya. Sehingga menjadi daya tarik untuk tempat memberikan pelayanan dan tempat peristirahatan," ujar Rudi, Selasa lalu.
Dia menambahkan, kehadiran rest area ini dampaknya bisa lebih luas. Bukan cuma untuk pemudik.
"Ada wahana bermain, tadi saya lihat langsung, ini cukup menarik dan itu gratis. Termasuk juga nanti ada UMKM. Untuk penduduk sekitar, ini tidak hanya juga sebagai tempat untuk beristirahat yang dalam perjalanan mudik dan balik, tetapi juga sebagai tujuan wisata," katanya.
Jadi, selain jadi penyelamat bagi pemudik yang lelah, tempat ini berpotensi jadi ruang hidup baru bagi masyarakat sekitar. Sebuah transformasi lahan yang cukup cerdas, memang.
Artikel Terkait
Arbeloa Bawa Mbappe dan Bellingham ke Manchester, City Hadapi Tugas Mustahil
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta, Stasiun Jakarta Dipadati 54 Ribu Penumpang
Lonjakan 50% Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lain di Jakarta Justru Sepi
Pemerintah Finalisasi Formasi dan Skema Rekrutmen ASN 2026