“Data korban harus akurat, by name by address. Jangan sampai salah sasaran,” tegasnya.
Data itu pun harus lengkap, mencakup pilihan tempat tinggal baru para korban, apakah akan dibangun secara komunal atau insitu. Dengan data yang rapi, harapannya proses bisa melaju cepat.
“Kalau tidak ada aral melintang, pembangunan hunian tetap akan kita mulai setelah Lebaran,” tutur Safrizal. “Insya Allah.”
Di sisi lain, upaya pemulihan bencana di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kabarnya, pemerintah melakukan realokasi anggaran infrastruktur dan program Inpres 2026 secara besar-besaran. Angkanya fantastis, mencapai Rp51 triliun, khusus untuk percepatan pemulihan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Yang cukup melegakan, anggaran Transfer ke Daerah untuk Aceh dipastikan tidak akan dipotong. Daerah-daerah terdampak lainnya juga dijanjikan akan mendapat perlakuan yang setara.
Artikel Terkait
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75%, Waspadai Dampak Perang Timur Tengah
Jalur Kalimalang Sepi di Siang Bolong, Arus Mudik Motor Belum Meningkat
Ekspor Korea Selatan Melonjak 16,6% di Februari 2026, Didorong Semikonduktor AI
Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi