Di tengah terik matahari Selasa (17/3/2026) lalu, suasana Desa Gobah di Kabupaten Kampar terasa berbeda. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara di lokasi itu bukan tanpa alasan. Mereka berkumpul untuk meresmikan sekaligus melakukan groundbreaking 110 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di seantero Riau.
Acara itu sendiri dihadiri oleh sederet nama penting. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung, didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Dari jajaran Polri, tampak Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Dankorbrimob Komjen Ramdani Hidayat, dan Kadivhumas Irjen Johnny Eddizon Isir. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo juga tak absen dalam momen penting ini.
Di antara kerumunan pejabat itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto menyampaikan apresiasinya. Ia memuji langkah Polri, khususnya Polda Riau, yang dinilainya sebagai bentuk kepedulian nyata di luar tugas pokok mereka.
“Saya ingin menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia di bawah pimpinan Pak Kapolri Jenderal Sigit, beserta utamanya kepada Polda Riau yang sudah membangun 110 jembatan,” ujar Titiek.
Ia melanjutkan, “Ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga anak-anak bisa sekolah dengan lancar sesuai dengan perintah Pak Presiden yang langsung dilaksanakan oleh Pak Kapolri beserta jajarannya.”
Rupanya, kekaguman Titiek berangkat dari respons cepat Polri menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Banyak laporan tentang anak-anak di pelosok yang harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi hanya untuk sampai ke sekolah. Menurutnya, pembangunan jembatan ini bukan sekadar urusan beton dan besi, tapi menyangkut nyawa dan masa depan.
Memang, membangun infrastruktur fisik jelas bukan tugas utama korps bhayangkara. Namun begitu, kepekaan sosial yang ditunjukkan Polri dalam hal ini, bagi Titiek, patut dapat acungan jempol. Langkah ini dinilainya vital, bukan cuma untuk pendidikan, tapi juga untuk menggerakkan roda ekonomi warga setempat.
Jadi, di balik angka 110 jembatan itu, ada cerita yang lebih manusiawi. Tentang upaya memutus isolasi, mengurangi risiko, dan yang paling penting: memberi akses yang lebih aman untuk generasi penerus bangsa.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi