Di sisi lain, Roy menegaskan bahwa klaim Rismon telah melakukan penelitian ulang patut dipertanyakan. Faktanya, dalam tiga bulan terakhir, Rismon masih aktif berkampanye.
"Dia bilang selama dua tiga bulan. Tapi teman-teman di sini ada yang masih membersamai Rismon sampai hari-hari terakhir. Kerjanya apa? Ya masih promosikan buku," tutur Roy.
Dia mengingatkan, buku yang dimaksud bahkan diluncurkan pada 1 Januari 2026. "Baru dua bulan lalu dia masih sibuk dengan itu. Nggak ada pikiran untuk penelitian ulang," tambahnya.
Menanggapi perubahan sikap Rismon yang kini mengakui keaslian ijazah Jokowi, Roy memilih bahasa yang lebih halus. Dia mengaku hanya bisa mendoakan.
"Kami tetap anggap Rismon pernah jadi bagian dari kami. Kalau sekarang dia berubah, ya sudah. Ini bulan Ramadan, saya selalu berharap dia dapat hidayah," tandas mantan Menpora itu.
Nuansa naratifnya jelas: Roy Suryo tetap kukuh pada posisinya, sambil menyisipkan keraguan atas alasan di balik perubahan mendadak rekannya tersebut.
Artikel Terkait
Warga Bekasi Jalani Puasa dengan Jadwal Imsak Berbeda antara Kabupaten dan Kota
TAUD Temukan Botol Ungu Diduga Wadah Air Keras Serangan ke Aktivis KontraS
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dirawat di Rusia Usai Dugaan Serangan
Hashim Minta ASN Junior Diprioritaskan Dapat Rumah Subsidi, Tawarkan Internet Rp100 per Bulan