Ekspor Listrik Hijau ke Singapura Jadi Pintu Masuk Investasi Industri Teknologi Tinggi

- Senin, 16 Maret 2026 | 21:50 WIB
Ekspor Listrik Hijau ke Singapura Jadi Pintu Masuk Investasi Industri Teknologi Tinggi

“Yang menyangkut CCS, aturan-aturannya sudah saya persiapkan. Itu kemudian bisa kita lakukan kolaborasi,” jelas Bahlil.

Nah, soal ekspor listrik sendiri, Indonesia menawarkan pasokan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Ini sejalan dengan program 100 gigawatt yang sedang digenjot. Listriknya tak hanya untuk dalam negeri, tapi juga punya potensi dikirim ke negara tetangga seperti Singapura.

Tapi jangan salah, ada tantangan besar yang mengganjal: harga. Energi hijau masih lebih mahal ketimbang energi fosil, dan ini jadi persoalan yang harus diakali bersama.

Menutup pertemuan, kedua menteri sepakat. Dengan dukungan teknis dan investasi dari Singapura, ditambah sumber daya Indonesia yang melimpah, visi menjadi pemain kunci dalam pasokan energi hijau terasa semakin nyata.

“Implementasi nyata melalui pilot project di kawasan BBK diharapkan dapat segera dimulai dalam waktu dekat,” kata Bahlil.

Ia menegaskan, proyek percontohan itu akan menjadi bukti konkret dari tiga nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. Langkah kecil yang diharapkan bisa memicu lompatan besar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar