Mudik Lebaran. Bagi banyak orang, itu adalah ritual tahunan yang tak terelakkan. Sebuah magnet kuat yang menarik pulang perantau ke kampung halaman. Bagi Adelia, perempuan asli Surabaya ini, mudik jauh lebih dari sekadar tradisi. Ini adalah momen spesial untuk benar-benar melepas rindu dengan sanak keluarga.
Tahun ini, dia punya rencana berbeda. Adelia memutuskan untuk berangkat lebih awal, jauh sebelum hari raya tiba. "Iya berangkat lebih cepat, lebih awal," ujarnya, ditemui di tengah keriuhan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026) lalu.
Alasannya sederhana tapi sangat nyata: susahnya dapat tiket.
Mendekati hari H, tiket kereta seolah jadi barang langka. Alhasil, daripada kehabisan, Adelia memutar otak. Dia memilih mengambil cuti lebih panjang di minggu-minggu sebelum Lebaran. Dengan begitu, dia tetap bisa pulang meski harus majukan jadwal.
"Sengaja ambil cutinya Minggu-minggu ini gara-gara nggak dapet tiket," lanjutnya menjelaskan. "Jadi saya ambil jadwal liburnya lebih awal."
Meski harus melakukan perjalanan sendirian dari Ibu Kota, semangatnya tak surut. Di benaknya sudah terbayang Surabaya, kota kelahirannya. Rasanya senang sekali, katanya, karena sebentar lagi bisa bertemu orang-orang tercinta.
Artikel Terkait
Arus Mudik di Terminal Pulogebang Landai Usai Puncak Gelombang Pertama
Utang Luar Negeri Indonesia Turun ke 29,6% dari PDB Meski Nominal Bertambah
Ekonom INDEF: Perang Timur Tengah dan Inflasi Tekan Minat Mudik Lebaran
Lahan Negara 45 Hektare di Depok Dikembangkan Jadi Hunian Rakyat