JAKARTA – Program magang nasional kembali menjadi sorotan. Menurut Guru Besar Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansah, program yang digadang-gadang bisa tekan angka pengangguran sarjana ini masih perlu banyak perbaikan. Kunci utamanya? Kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha.
“Masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari sisi tata kelola dan juga dari sisi pengawasan monitoring dan evaluasinya,” ujar Trubus.
Dia berbicara usai menghadiri sebuah diskusi di kediaman Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Minggu malam lalu. Menurutnya, karena sifat kebijakan ini ‘top-down’, sinergi dengan semua pihak mutlak diperlukan. “Perlu juga kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tetapi juga para penerima kerja dalam ini dunia swasta,” tambahnya.
Nah, di sisi lain, Trubus punya usulan menarik. Dia mendorong agar sektor UMKM dilibatkan dalam skema magang ini. Alasannya jelas: daya serap peserta bisa makin meluas. Selain itu, lingkungan kerja di UMKM seringkali sangat berbeda dengan suasana kampus yang teoritis. Keterlibatan di sana akan melatih adaptasi lulusan baru lebih cepat.
Baginya, program ini sebenarnya punya potensi besar. Bisa jadi jembatan emas, katanya.
Artikel Terkait
Output Industri China Tumbuh 6,3% di Awal 2026
KPK Buka Peluang Jerat Pelaku Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Lebaran 2026: 40 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir di Hari Puncak
Transportasi Udara, Laut, dan Darat Bali Berhenti Sementara untuk Nyepi 2026