ungkapnya.
Baginya, tahun 2026 ini punya makna spesial. Ia melihatnya sebagai cermin nyata kekuatan persatuan dalam keberagaman. Coba lihat, perayaan Imlek berbarengan dengan bulan puasa. Lalu, tak lama setelahnya, Nyepi dan Idulfitri dirayakan berdekatan. Semua berjalan, harmoni tetap terjaga.
"Momentum tersebut menegaskan bahwa keberagaman Indonesia bukanlah suatu hal yang dipertentangkan, namun justru merupakan kekuatan bangsa yang mampu hidup berdampingan dalam harmoni yang indah,"
kata Gibran.
Ini adalah jati diri kita, menurutnya. Berbeda keyakinan, suku, dan tradisi, tapi tetap satu. Bersaudara.
"Ini adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk Indonesia, dan sebagai anak bangsa kita wajib mensyukuri dan merawat kebinekaan kita,"
pungkas Wapres.
Artikel Terkait
Satlantas Bekasi Tutup 30 Titik Putar Balik di Jalur Pantura untuk Antisipasi Macet Mudik
Megawati Kirim Surat Pribadi ke Pemimpin Tertinggi Iran, Soroti Warisan Bung Karno
Satlantas Bekasi Tutup 30 Titik Putar Balik di Jalur Pantura Antisipasi Macet Mudik
Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf Ditunjuk Jadi Penasihat Teknis Timnas Suriname