Rasa takut ternyata menjadi senjata ampuh dalam kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Dari ruang pemeriksaan KPK, terungkap bahwa sejumlah kepala dinas di kabupaten itu merasa tertekan. Mereka khawatir posisinya dirotasi digeser begitu saja kalau sampai menolak permintaan uang dari sang bupati.
Pengakuan itu didapat penyidik usai menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat lalu. Tiga belas dari tujuh belas orang yang diamankan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan. Dan dari situlah cerita tentang tekanan itu mengalir.
“Beberapa saksi, termasuk para kepala dinas itu, menyampaikan kekhawatirannya,” ujar Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers penahanan, Sabtu (14/3/2026).
“Intinya, ada ketakutan kalau tidak memenuhi permintaan dari saudara AUL ini, mereka akan digeser dan semacamnya.”
Menurut Asep, situasi itu membuat para pejabat terpaksa mengiyakan. Loyalitas diukur dari kemampuan mereka memenuhi permintaan, bukan dari kinerja. Uang yang diduga dipaksa dikumpulkan itu rencananya dipakai untuk THR pribadi dan kepentingan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda.
Artikel Terkait
Satlantas Bekasi Tutup 30 Titik Putar Balik di Jalur Pantura Antisipasi Macet Mudik
Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf Ditunjuk Jadi Penasihat Teknis Timnas Suriname
Lalu Lintas Pantura Cirebon Lancar di H-6 Lebaran 2026
Kamboja Godok RUU Anti-Penipuan Daring, Targetkan Basmi Pusat Scam Akhir April