Di antara korban jiwa tersebut, ada nama yang sangat menonjol: Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran saat itu. Kematiannya jelas menjadi pukulan telak.
Tak tinggal diam, Iran pun melancarkan pembalasan. Mereka menyerang dengan drone dan rudal. Targetnya tidak hanya Israel, tapi juga meluas ke Yordania, Irak, serta beberapa negara di kawasan Teluk. Menurut Iran, negara-negara Teluk lainnya itu dianggap layak diserang karena menampung fasilitas militer AS.
Jadi, di tengah situasi perang yang sudah panas, beredarnya kabar kematian Netanyahu jelas menambah suasana mencekam. Meski sudah dibantah, gosip seperti ini menggambarkan betapa rapuhnya informasi di tengah konflik.
Artikel Terkait
Hakim Federal Batalkan Panggilan Paksa untuk The Fed, Sebut Tuduhan ke Jerome Powell Tak Berdasar
Arus Mudik di Gerem Cilegon Masih Sepi Jelang Puncak Lebaran 2026
AS Kerahkan 2.500 Marinir dari Jepang ke Timur Tengah, Kurangi Posisi di Indo-Pasifik
Lebaran 2026: Baru 23% Kendaraan Keluar Jakarta, Gelombang Utama Mudik Masih Menanti