Bella punya alasan jelas. Sebagai pelajar yang sudah dapat libur, ia dan keluarga ingin sekali terhindar dari potensi kemacetan puncak. “Karena kalau misalnya nanti puncaknya lebih ramai, jadi milih sekarang saja,” ungkapnya. Tanggal 14 ini dirasa pas. Baginya, macet bukan cuma bikin waktu terbuang, tapi juga menguras tenaga dan kesehatan. “Capek pasti capek, pusing, ramai gitu,” tambah Bella.
Memang, hingga berita ini diturunkan, kendaraan masih terus mengalir masuk. Tapi ritmenya tidak deras. Masih terasa santai dan jauh dari kata ramai.
Data dari PT ASDP pun seolah mengonfirmasi suasana ini. Hingga 13 Maret kemarin, total penumpang yang menyeberang dari tiga pelabuhan utama Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara anjlok 19,4 persen. Angkanya cuma 41.171 orang, jauh di bawah realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 51.073.
Begitu juga dengan kendaraan roda empat. Jumlahnya hanya 4.364 unit, turun signifikan hampir 28 persen dibanding periode sama tahun lalu. Trennya jelas: pemudik tahun ini sepertinya memang memilih untuk menyebar, atau mungkin bahkan belum bergerak sama sekali.
Artikel Terkait
Elon Musk Siap Luncurkan Terafab, Pabrik Chip Raksasa Tesla dalam 7 Hari
Imsak Bogor Pagi Ini Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap
KAI Tambah Titik Pemberhentian Kereta Mudik Lebaran di Stasiun Jatinegara
Iran Tegaskan Selat Hormuz Hanya Ditutup Selektif untuk Kapal Musuh