Ia menekankan, kasus seperti ini harus ditangani dengan kepala dingin. Tujuannya jelas: mencegah spekulasi yang berkembang liar. Kecepatan polisi dalam mengungkap fakta jadi kunci utama.
Namun begitu, JK juga mengingatkan bahwa motifnya bisa beragam. Tidak selalu rumit.
"Jadi perlu kita lihat seperti itu, siapa yang dirugikan. Ada juga, kita tahu ada anak-anak SMA yang hobinya hanya sekadar usil, iseng, untuk mengirim serangan begitu. Kita tidak tahu ini," paparnya.
"Jadi tinggal polisi yang harus aktif untuk melihat itu."
Peristiwa yang menyasar Andrie Yunus sendiri terjadi usai ia melakukan rekaman podcast. Lokasinya di Kantor YLBHI, membahas topik "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia". Dua orang tak dikenal tiba-tiba menyiramnya dengan air keras.
Akibatnya parah. Andrie mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Tangan kanan dan kirinya, muka, dada, serta bagian mata menjadi sasaran. Dari pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar seluas 24 persen.
Kasus ini tentu mengingatkan kita pada pola yang memprihatinkan. Dan sekarang, semua mata tertuju pada kinerja aparat.
Artikel Terkait
Pramono dan Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka di Menteng
Timnas Indonesia Mulai Berkumpul Usai Lebaran untuk FIFA Series 2026 di Jakarta
Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak Masih Sepi, Penumpang Turun 19,4%
Bakoel Bamboe Ekspansi ke IKN dan Kalimantan, Siapkan IPO