Di tengarai dinamika global yang tak menentu, pemerintah punya dua andalan untuk menjaga perekonomian nasional tetap stabil. Apa saja? Kinerja ekspor sejumlah komoditas kunci, dan peran APBN sebagai penyangga. Hal ini mengemuka dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat lalu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam sidang itu membeberkan datanya. Menurutnya, sumbangan dari ekspor batu bara, karet, nikel, dan tembaga benar-benar signifikan bagi negara.
“Dari ekspor komoditas tersebut sekitar USD47 miliar, sementara defisit migas sekitar USD19,5 miliar, sehingga secara alami dapat saling mengkompensasi,” jelas Airlangga.
Angka itu bukan main-main. Dengan kontribusi sebesar itu, defisit yang muncul dari sektor minyak dan gas bumi bisa tertutupi. Jadi, neraca perdagangan kita tak terlalu terpukul.
Nah, selain andalan dari luar, pemerintah juga mengandalkan instrumen dalam negeri. APBN diyakini tetap berfungsi sebagai shock absorber yang andal. Caranya? Melalui berbagai program belanja yang langsung menyentuh masyarakat.
Artikel Terkait
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan
Arus Mudik Lebaran 2026 Sudah Bergerak, Puncak Diprediksi 18 Maret
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Tersangka Kasus Pemerasan Dana THR
JK Minta Polisi Usut Tuntas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS