Lalu bagaimana dengan ketahanan eksternal? Di sisi ini, pemerintah punya cadangan devisa yang tak main-main: lebih dari USD150 miliar. Menurut Airlangga, jumlah tersebut dinilai cukup kuat untuk menjadi bantalan, menjaga stabilitas perekonomian nasional dari guncangan dari luar.
Yang menarik, ada tren lain yang mulai menguat. Skema local currency settlement (LCS) atau penyelesaian transaksi dagang dengan mata uang lokal, makin banyak dipakai. Volume transaksi LCS dengan mitra dagang seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan China melonjak jadi USD25,56 miliar. Angka ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar USD12,9 miliar.
Peningkatan ini bukan sekadar angka. Secara praktis, hal itu membantu mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Perlahan-lahan, transaksi perdagangan internasional kita mulai mencari napas sendiri.
Nah, dengan fondasi konsumsi yang solid, utang yang terkendali, dan devisa yang kuat, laporan itu seolah memberi gambaran bahwa perekonomian Indonesia masih punya daya tahan. Setidaknya untuk saat ini.
Artikel Terkait
JK Minta Polisi Usut Tuntas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS
Pemerintah Andalkan ART Hadapi Investigasi Dagang AS
Kantor Pertanahan Tetap Buka Terbatas Saat Libur Panjang Idulfitri 2026
Jasa Marga Proyeksikan 3,53 Juta Kendaraan Mudik Lewat Empat Gerbang Tol Utama