"Sekarang perekonomian sekarang untuk urusan minyak ini Pak hukum normalnya sudah tidak berlaku. Karena siapa ada cuan dia beli karena barang susah ini,"
tuturnya lagi.
Namun begitu, Bahlil tak tinggal diam. Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, ia mengaku langsung bergerak bersama PT Pertamina. Tujuannya satu: menarik kembali kedua kapal kargo yang nyaris hilang itu.
Rupanya, langkah tegas membuahkan hasil. "Kalau tidak kita gugat. Sesuai dengan apa yang Bapak (Presiden Prabowo) arahkan, tapi kelihatannya mereka agak gertak-gertak dikit agak takut juga Pak. Jadi tanggal 18 udah bisa dibalikin Pak,"
katanya dengan nada lega. Upaya negosiasi yang alot akhirnya berhasil. Dua kargo berharga itu dipastikan bisa kembali ke Indonesia.
Artikel Terkait
Ketegangan di Selat Hormuz Ancam 27% Perekonomian Global, APBN Indonesia Terbebani
BMKG Prediksi Cuaca Bersahabat untuk Mudik Lebaran 2026 di Selat Sunda
Presiden Prabowo dan Seluruh Kabinet Serahkan Zakat Rp3,8 Miliar di Istana
Pasar Mobil Nasional Tumbuh 10%, Dominasi Astra Tergerus ke Bawah 50%