Pembahasan dalam kabinet itu ternyata tak cuma soal Lebaran. Prabowo juga menyoroti ancaman dari luar, yaitu ketegangan geopolitik global yang sedang memanas. Ia secara khusus menyebut perkembangan di Eropa dan Timur Tengah.
Konflik-konflik itu, dalam pandangannya, berpotensi besar mengganggu stabilitas harga. Mulai dari harga minyak dunia yang melonjak, hingga efek berantainya pada harga bahan pangan di dalam negeri.
"Kita hadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan mempengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa mempengaruhi harga makanan," katanya.
Meski demikian, pemerintah mengklaim tak tinggal diam. Untuk mengantisipasi gejolak, sejumlah langkah pengamanan stok pangan nasional telah diambil. Begitu pula dengan sektor energi, rencana-rencana cadangan disebut sudah disiapkan dan akan dieksekusi lebih cepat.
Di akhir arahannya, Prabowo menekankan satu hal: kewaspadaan. Kondisi Indonesia mungkin terlihat stabil saat ini, tapi itu bukan alasan untuk berpuas diri. Langkah penghematan, khususnya konsumsi BBM, harus tetap digencarkan.
"Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tapi kita harus tetap mengurangi konsumsi BBM kita," tutup Presiden.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,9 Juta per Gram di Akhir Pekan
Menteri ESDM Ungkap Dua Kapal Minyak RI Nyaris Ditarik Kembali Trader
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Perubahan Skema Haji 2026 Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat