Dalam sidang kabinet Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan imbauan khusus terkait perayaan Idulfitri tahun depan. Ia meminta para pejabatnya untuk menghindari penyelenggaraan open house yang berlebihan dan terkesan mewah. Sidang itu sendiri digelar di Istana Negara, Jakarta.
Alasannya jelas: memberi contoh kesederhanaan. Prabowo menekankan, sikap ini penting sebagai bentuk empati. Terutama mengingat masih banyak saudara kita di berbagai daerah yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana.
"Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," ujarnya.
Menurutnya, suasana prihatin itu perlu direspons dengan langkah yang wajar. "Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," kata Prabowo lagi.
Namun begitu, permintaannya ini bukan larangan mutlak. Presiden tak ingin kegiatan silaturahmi itu hilang sama sekali. Ia masih melihat nilai positifnya, terutama untuk mendorong perputaran ekonomi di level akar rumput.
"Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," jelasnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,9 Juta per Gram di Akhir Pekan
Menteri ESDM Ungkap Dua Kapal Minyak RI Nyaris Ditarik Kembali Trader
BMKG Waspadai Potensi Hujan hingga April 2026, Siapkan Antisipasi untuk Mudik Lebaran
Pemerintah Tegaskan Belum Ada Perubahan Skema Haji 2026 Meski Ketegangan Timur Tengah Meningkat