Menurut Bahlil, sekitar 20 persen impor minyak mentah kita berasal dari kawasan Timur Tengah. Lalu, dari mana sisanya? Ternyata, Indonesia sudah menjajaki sumber-sumber lain.
Katanya lagi, meyakinkan.
Perjanjian senilai 15 miliar dolar AS dengan Washington itu sendiri sebenarnya bukan hal baru. Ini adalah bagian dari komitmen dagang yang sudah disepakati kedua negara sebelumnya. Hanya saja, di tengah tutupnya Selat Hormuz, opsi ini jadi terasa lebih relevan untuk dikedepankan meski butuh kesabaran ekstra menunggu kapal tanker berlayar hampir 40 hari lamanya.
Artikel Terkait
Gladbach Tundukkan St. Pauli 2-0 di Bundesliga
Hari Pertama Mudik 2026: 285 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta, Arus Masih Terkendali
Kemlu Siap Sambut 34 WNI dari Iran dalam Evakuasi Tahap Kedua
Polisi Selidiki Penyerangan dengan Air Keras terhadap Aktivis KontraS di Salemba