Demikian pernyataan resmi dari perusahaan yang menaungi merek-merek seperti Jeep dan Peugeot itu.
Nah, obligasi senilai 5 miliar euro itu sendiri diterbitkan dalam tiga bagian atau tranche. Rinciannya begini: ada tranche 2,2 miliar euro dengan kupon 6,25% dan masa non-call 5,25 tahun. Lalu, 1,8 miliar euro dengan kupon lebih tinggi, 6,875%, dan periode non-call 8 tahun. Tak cuma euro, mereka juga menerbitkan obligasi senilai 865 juta pound sterling (sekitar USD 1,16 miliar) dengan kupon awal 8,25% dan non-call 6,5 tahun. Transaksi ini rencananya bakal diselesaikan pada 16 Maret mendatang.
Di sisi lain, pergeseran strategi Stellantis terasa jelas. Dulu, di era mantan CEO Carlos Tavares, fokusnya sangat kuat ke kendaraan listrik penuh. Sekarang, perusahaan yang juga punya merek Ram, Chrysler, Fiat, dan Citroen itu mengalihkan haluan. Mereka memberi porsi lebih besar untuk model hybrid dan mesin pembakaran internal. Alasannya sederhana tapi masuk akal: permintaan pasar terhadap EV murni ternyata tumbuh lebih lambat, khususnya di Amerika Serikat.
Menurut sejumlah analis, langkah penerbitan obligasi ini adalah cara cerdas untuk menjaga likuiditas sekaligus membiayai transisi strategi yang tidak murah itu. Semua mata kini tertuju pada presentasi rencana bisnis jangka panjang Stellantis yang dijadwalkan pada 21 Mei nanti. Apa yang akan mereka ungkap? Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Jaga Stabilitas NKRI
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah
Polres Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Stadion Pakansari Sambut Lebaran