Stellantis baru saja mengumumkan harga untuk obligasi hybrid bernilai fantastis, setara dengan 5 miliar euro. Atau kalau dirupiahkan, angkanya mencapai Rp97,9 triliun. Langkah ini diambil perusahaan otomotif raksasa itu untuk menguatkan neraca keuangannya, beberapa pekan setelah mereka mengakui beban biaya miliaran euro akibat perubahan strategi besar-besaran di bisnis kendaraan listrik.
Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (11/3/2026), keputusan penerbitan obligasi ini tak lepas dari goncangan yang baru-baru ini terjadi. Bulan lalu, Stellantis membuat heboh dengan mengumumkan penurunan nilai aset (impairment) hingga 22,2 miliar euro. Penyebabnya? Perusahaan terpaksa mengurangi fokus dan ekspansi agresifnya di segmen kendaraan listrik (EV).
CEO Antonio Filosa mengakui, sebelumnya mereka terlalu optimis. Perkiraan tentang seberapa cepat konsumen global akan beralih ke kendaraan ramah lingkungan ternyata meleset jauh dari realita.
"Penerbitan ini akan semakin memperkuat struktur permodalan dan posisi likuiditas Stellantis,"
Artikel Terkait
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama
Kapolri Tegaskan Sinergi TNI-Polri Kunci Jaga Stabilitas NKRI
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario Keberangkatan Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah
Polres Bogor Gelar Gerakan Pangan Murah di Stadion Pakansari Sambut Lebaran