Bibit Siklon 95W ini ceritanya agak berbeda. Awalnya terbentuk di luar area pantau TCWC Jakarta pada 4 Maret. Namun, dia kemudian bergerak mendekat. Sejak 6 Maret dini hari, sistem ini sudah masuk dalam radar pemantauan kita. Posisi terkininya ada di Samudra Pasifik, sebelah utara Papua, dengan gerakan perlahan ke Barat Laut.
Nasibnya mirip dengan saudaranya. Peluang untuk menguat jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan juga dinilai rendah.
Dua sistem ini jelas jadi perhatian serius bagi mereka yang hidup dan bekerja di laut. BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat pesisir, para nelayan, dan operator kapal.
“Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan kondisi perairan yang berbahaya,”
tegas pernyataan itu.
Intinya, selalu cek info terbaru dari BMKG sebelum melaut. Kondisinya bisa berubah cepat, dan keselamatan tentu yang utama. Peringatan dini ini bukan untuk ditakuti, tapi untuk diwaspadai.
Artikel Terkait
Kiper Ajax Maarten Paes Buka Suara soal Ledakan Emosi Usai Kekalahan dari Groningen
Motif Ekonomi Diduga Jadi Pemicu Pembunuhan Istri Siri di Depok
Jadwal Imsak dan Salat di Bogor Hari Ini, Imsak Pukul 04.33 WIB
Kepala BPJPH: Sertifikasi Halal AS Lebih Ketat dalam Beberapa Aspek