Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran. Bukan cuma di peta geopolitik, tapi juga di sektor riil seperti properti. Menurut Ferry Salanto dari Colliers Indonesia, dampaknya memang ada, tapi lebih bersifat tidak langsung. Ia bilang, guncangan itu merambat lewat saluran-saluran makroekonomi yang kadang tak terlihat jelas.
Lalu, bagian mana dari pasar properti yang paling rentan? Ferry menyebut beberapa segmen.
Pertama, apartemen kelas menengah ke atas yang banyak diborong investor. Kemudian, properti yang pembeliannya spekulatif dibeli dengan harapan harga melambung cepat, bukan untuk ditinggali.
Di sisi lain, rumah tapak yang dibeli untuk ditempati sendiri relatif lebih tahan banting. Permintaannya berasal dari kebutuhan pokok, bukan spekulasi. Jadi, meski situasi sedang tak menentu, orang tetap butuh tempat tinggal.
Menariknya, kawasan industri yang ditopang manufaktur riil juga cenderung stabil. Apalagi kalau didukung investasi jangka panjang.
Artikel Terkait
Alessandro Matri Kritik Ambisi Sassuolo: Klub Ini Dibangun untuk Bisnis, Bukan Trofi
Kemenag Dukung Penuh Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 2026
Imsak di Bekasi 04.31 WIB, Kota Bekasi 04.32 WIB
Anggaran 2026 Bergerak Cepat, Belanja Negara Tembus Rp346,1 Triliun di Dua Bulan Pertama