Di tengah ancaman itu, upaya internal terus berjalan. Dalam sebuah video yang beredar di Telegram via Fars News, Mirbagheri menyebut telah ada "upaya besar" dan "pendapat yang tegas dan bulat" yang disepakati. Anggota lain, Hojjatoleslam Jafari, dalam wawancara terpisah berharap rakyat Iran bisa segera merasa puas.
Meski ada kata sepakat, rupanya masih ada perdebatan teknis. Media lokal melaporkan adanya perbedaan pendapat soal metode pengambilan keputusan akhir: apakah lewat pertemuan tatap muka, atau cukup tanpa formalitas itu. Situasi keamanan yang genting membuat pertemuan fisik dianggap mustahil oleh anggota lain, Ayatollah Mohsen Heidari Alekasir.
Menariknya, Alekasir memberi sinyal kuat bahwa calonnya sudah ditentukan. Kriteria utamanya merujuk wasiat Khamenei: pemimpin harus "dibenci oleh musuh".
Pernyataan itu seperti merespons komentar Presiden AS Donald Trump beberapa hari sebelumnya, yang menyebut putra Khamenei, Mojtaba, sebagai pilihan yang "tidak dapat diterima".
Sementara itu, dari luar Iran, media Rusia RT melaporkan nama yang beredar. Ulama senior Ahmad Alamolhoda disebut sebagai calon yang dipilih dewan. Kabarnya, pengumuman resminya tinggal menunggu keputusan final Majelis Pakar. Semua mata kini tertuju ke Teheran, menunggu pengumuman yang akan menentukan arah Iran ke depan.
Artikel Terkait
DPR Tetapkan Lima Komisioner OJK Periode 2026-2031, Friederica Widyasari Kembali Pimpin
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Fungsional untuk Antisipasi Kemacetan Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kemenhaj Siapkan Dua Skenario Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah