Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang ambisius. Tapi, pemerintah kini menegaskan bahwa ambisi itu harus diimbangi dengan standar yang ketat. Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras kepada para mitra dapur penyelenggara: urus segera Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau operasional kalian dihentikan.
Pesan itu disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya. Dalam sebuah acara Bimbingan Teknis di Bandung, Sony tak main-main. Ia mengaku sudah menginstruksikan seluruh Koordinator Satuan Pelayanan Bergizi (KSPBG) untuk mendesak mitra dapur mereka segera mengurus sertifikat ke dinas kesehatan daerah masing-masing.
Ancaman itu bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, tim pemantauan BGN sudah melakukan inspeksi mendadak ke lebih dari 25 ribu Satuan Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG). Hasilnya? Banyak yang mengecewakan. Beberapa mitra dapur langsung diberi surat peringatan, bahkan tak sedikit yang langsung di-stop operasinya.
Sony bercerita tentang pengalamannya turun langsung ke lapangan. Ia menemukan satu tempat di sebuah provinsi yang kondisinya benar-benar memprihatinkan.
Nah, untuk mengatasi masalah mendasar ini, BGN pun menggelar pelatihan intensif. Bimtek SLHS itu fokus pada enam prinsip kunci: higiene sanitasi makanan, kebersihan diri penjamah, sanitasi tempat dan bangunan, kebersihan peralatan, serta standar baku mutu. Tujuannya jelas: agar makanan yang sampai ke tangan anak-anak itu benar-benar bergizi dan aman.
Artikel Terkait
Longsor di Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 5 Masih Dicari
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 4 Orang, 5 Masih Hilang
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Pemerintah Tegaskan Tata Kelola Tanah yang Baik Kunci Tarik Investasi dan Redam Konflik