Kapolda Metro Jaya Tinjau Langsung Evakuasi Korban Longsor Sampah di Bantargebang

- Senin, 09 Maret 2026 | 10:45 WIB
Kapolda Metro Jaya Tinjau Langsung Evakuasi Korban Longsor Sampah di Bantargebang

Malam Minggu kemarin, suasana di TPST Bantargebang, Bekasi, sama sekali tidak biasa. Bukannya sepi, lokasi itu justru ramai oleh lampu sorot dan aktivitas petugas. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, turun langsung melihat dari dekat longsoran sampah yang menewaskan sejumlah korban. Dia mendampingi para anggotanya yang sejak siang berjibaku di tumpukan sampah yang menggunung itu.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Kapolda datang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono. Di lokasi, Asep memberikan sejumlah arahan tegas. Intinya satu: evakuasi korban harus jadi prioritas utama.

"Pak Kapolda meminta agar petugas fokus pada penanganan korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat,"

kata Budi Hermanto, Senin (9/3/2026).

Tak cuma itu, proses pencarian juga harus dimaksimalkan. Polisi menduga masih ada korban yang tertimbun, bahkan perkiraan awal menyebutkan angkanya bisa mencapai 10 orang. Untuk itu, seluruh sumber daya dikerahkan.

"Pak Kapolda juga meminta agar petugas memaksimalkan proses pencarian korban dengan menggunakan unit satwa K9,"

tambah Budi. Rencananya, Polda juga akan segera membentuk posko terpadu penanganan orang hilang. Tujuannya untuk memudahkan pendataan keluarga dan proses identifikasi korban yang masih tertimbun.

Empat Nyawa Melayang dalam Sekejap

Semuanya berlangsung sangat cepat. Menurut keterangan polisi, bencana itu terjadi Minggu siang sekitar pukul dua. Tiba-tiba saja, gunungan sampah itu ambruk. Jalanan, sebuah warung, hingga beberapa truk sampah langsung tertimbun material busuk tersebut.

"Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah,"

ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo.

Begitu kabar itu menyebar lewat grup komunikasi, respon petugas pun sangat cepat. Polsek Bantargebang langsung bergerak. Mereka melakukan pengecekan, pendataan, dan tentu saja membantu evakuasi. Sayangnya, dari proses yang berjalan hingga malam itu, sudah empat korban jiwa berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal.

Mereka adalah S (60), pedagang kopi di lokasi; EW (26) yang berprofesi sebagai pemulung; lalu DS (22), sopir truk asal Cilincing, Jakarta Utara; dan IS (40) yang juga seorang sopir truk. Pencarian belum berhenti. Hingga saat ini, alat berat seperti ekskavator masih terus beroperasi mengais tumpukan, berharap menemukan yang masih hilang. Suasana di Bantargebang pagi ini masih tegang, penuh harap dan duka.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar