Begitu katanya menjawab pertanyaan wartawan tentang potensi agresi darat. Nada suaranya, seperti biasa, sulit ditebak antara serius atau sekadar menggertak.
Ia kemudian menegaskan lagi. Mengirim pasukan bukan hal yang mustahil. Tapi, ujarnya, harus ada alasan yang sangat kuat untuk melakukannya.
"Mungkin. Karena alasan yang sangat baik,"
Tambahan singkat itu ia sampaikan kepada para awak media yang meliput. Seolah-olah, "alasan yang sangat baik" itu bisa muncul kapan saja menurut versinya.
Di sisi lain, peluang perundingan justru tampak sengaja ditutup. Trump dengan tegas menyatakan tidak ada rencana berdamai dengan Iran. Meski sebelumnya ia sempat mengklaim ada permintaan dari pihak Tehran untuk bernegosiasi, klaim itu langsung ia bantah dengan kata-kata yang repetitif dan keras.
"Kami tidak ingin berdamai. Mereka ingin berdamai. Kami tidak ingin berdamai."
Pernyataan-pernyataan ini tentu menambah ketegangan yang sudah ada. Dunia internasional kembali dibuat waswas, menunggu langkah berikutnya dari sebuah administrasi yang terkenal tak terduga. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua tergantung pada bagaimana interpretasi terhadap "alasan yang sangat baik" tadi.
Artikel Terkait
Anwar Ibrahim: Harga RON 95 Tak Naik untuk 1-2 Bulan, Waspadai Ancaman Selat Hormuz
Pawai Ogoh-ogoh Warna-warni Warnai Car Free Day di Bundaran HI
Panglima TNI Perintahkan Seluruh Jajaran Masuk Status Siaga 1
Dua Pemain Asing Persija Siap Bertarung Hingga Akhir untuk Kejar Puncak Klasemen