Nah, untuk mencegah hal itu, pemerintah punya beberapa strategi mitigasi sebelum akhirnya menyentuh harga di pom bensin. Langkah pertama adalah menunda dulu proyek-proyek fisik yang belum masuk tahap krusial. Belanja negara akan difokuskan pada program yang dampaknya langsung terasa buat rakyat, seperti bantuan sosial.
Selain itu, ada juga skenario menggeser anggaran pengadaan barang yang dianggap kurang mendesak untuk membantu menopang subsidi energi. Intinya, semua upaya dikerahkan agar defisit anggaran tetap terkendali.
Di sisi lain, ide penyesuaian harga BBM ini sebenarnya dimaksudkan sebagai bentuk 'burden sharing' atau pembagian beban. Dalam situasi krisis energi global seperti sekarang, pemerintah berargumen bahwa stabilitas APBN yang sehat harus dijaga bersama-sama.
Keputusan finalnya tentu belum diambil. Pemerintah masih akan memantau dinamika pasar energi dalam beberapa pekan ke depan. Semuanya tergantung pada arah harga minyak dunia dan ketatnya tekanan pada anggaran negara. Semoga saja langkah terakhir itu tidak perlu diambil.
Artikel Terkait
5 Destinasi Hits di Padalarang yang Mudah Diakses via Kereta Cepat KCIC
Negosiasi Konser BTS di JIS Masuk Tahap Mendalam, Kepastian April 2026
PNM Gelar Program Ramadan Madani untuk Tebar Santunan dan Edukasi Anak
Menkeu Siapkan Injeksi Likuiditas Rp100 Triliun dengan Skema Fleksibel