Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Terus Melambung

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:40 WIB
Pemerintah Siapkan Opsi Kenaikan BBM Subsidi Jika Harga Minyak Terus Melambung

Harga minyak mentah dunia yang melonjak lagi memaksa pemerintah mempertimbangkan langkah-langkah tak populer. Salah satu opsi yang kini ada di meja adalah menyesuaikan harga BBM bersubsidi. Tujuannya jelas: menjaga kesehatan APBN dari tekanan luar biasa.

Meski begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa menaikkan harga BBM adalah pilihan terakhir. "Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian," ujarnya dalam sebuah Media Briefing di Jakarta, Jumat lalu.

Artinya, kata Purbaya, kenaikan harga baru akan dilakukan jika ruang fiskal benar-benar sudah habis.

Lonjakan harga energi global ini tak lepas dari situasi memanas di Timur Tengah. Serangan drone yang mengganggu operasional kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco, di tengah ketegangan Israel-Iran, telah mengguncang pasokan dan mendorong harga naik. Kondisi ini langsung berimbas pada perhitungan anggaran dalam negeri.

Purbaya mengakui timnya sudah menyusun sejumlah simulasi. Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Jika harga minyak mentah bertahan di rata-rata USD92 per barel, dan pemerintah tidak melakukan apa-apa, defisit APBN bisa melonjak ke level 3,6 hingga 3,7 persen dari PDB. Angka itu jelas melampaui batas aman yang diatur undang-undang, yaitu di bawah 3 persen.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar