Ribuan elit Partai Buruh memadati Pyongyang akhir-akhir ini. Mereka berkumpul untuk kongres lima tahunan, forum yang menentukan arah negara, mulai dari diplomasi hingga strategi militer. Dalam pertemuan puncak yang tertutup itu, ada satu nama yang mencuri perhatian: Kim Yo Jong.
Adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ini dapat promosi. Menurut laporan KCNA, kantor berita resmi Pyongyang, Komite Pusat Partai Buruh menunjuknya sebagai direktur penuh sebuah departemen. Padahal sebelumnya, posisinya 'hanya' wakil direktur. Promosi semacam ini jarang terjadi dalam sejarah partai yang berkuasa.
Kongres ini memang selalu menarik. Ia memberi sekilas pandangan meski samar tentang mekanisme politik negeri yang tertutup. Banyak pengamat melihat forum ini sebagai panggung bagi Kim Jong Un untuk menegaskan cengkeraman kekuasaannya. Namun begitu, naiknya Kim Yo Jong justru jadi sorotan utama.
Ia bukan nama baru. Selama ini, Yo Jong dikenal sebagai tangan kanan sang kakak. Bahkan, dia termasuk salah satu wanita paling berpengaruh di lingkaran dalam rezim. Kenaikan jabatannya kali ini hanya mengukuhkan posisi itu.
Profil Singkat Sang Adik
Lahir di akhir 1980-an, Yo Jong adalah anak dari Kim Jong Il dan Ko Yong Hui, pasangan ketiga mendiang pemimpin itu yang dulunya seorang penari. Informasi dari pemerintah Korea Selatan menyebut, ia punya dua saudara kandung lain.
Pendidikannya ditempuh di Swiss, bersama kakaknya. Setelah Kim Jong Il wafat pada 2011 dan kekuasaan beralih, kariernya melesat cepat. Momen paling terkenalnya mungkin saat kunjungan ke Korea Selatan pada 2018. Saat itu, dia menghadiri Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, membawa angin rekonsiliasi antar kedua Korea.
Namun, perannya tak cuma seremonial. Pyongyang kerap memakai namanya untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan penting. Isinya beragam, mulai dari menguraikan posisi resmi hingga yang lebih sering mengkritik keras Korea Selatan dan Amerika Serikat. Suaranya kini makin punya bobot.
Dengan promosi terbaru ini, pengaruhnya dipastikan makin kuat. Dan seperti biasa, semua mata tertuju pada apa yang akan dilakukannya berikutnya.
Artikel Terkait
Potensi Ekonomi Haji dan Umrah Rp60 Triliun per Tahun Dinilai Belum Maksimal, Pasokan Pangan Jemaah Masih Impor
Anggaran Rp100 Miliar untuk 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo Bersumber dari APBN
Iran Kecam Serangan Militer AS di Selatan, Tuding Langgar Gencatan Senjata
Militer Meksiko Tangkap Keponakan El Chapo di Perbatasan AS