Kemenkes Konfirmasi Tren Kasus Campak Mulai Menurun pada Februari 2026

- Jumat, 06 Maret 2026 | 19:00 WIB
Kemenkes Konfirmasi Tren Kasus Campak Mulai Menurun pada Februari 2026

Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan membawa kabar yang mulai menggembirakan soal penanganan campak. Setelah sempat melonjak di awal tahun, tren kasus penyakit ini akhirnya menunjukkan penurunan sepanjang Februari 2026. Situasi ini tentu jadi angin segar setelah kecemasan di bulan Januari.

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, mengonfirmasi perkembangan ini. Ia mengakui memang terjadi peningkatan signifikan di bulan pertama tahun ini. Tapi data terkini menunjukkan grafik yang mulai melandai.

“Tren kasus dan suspek campak meningkat pada Januari dan kemudian mulai menurun sepanjang Februari tahun 2026 ini,” ujar dr. Andi dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/3/2026).

Kalau dilihat dari data per minggu ke-8 tahun 2026, tercatat ada 45 Kejadian Luar Biasa atau KLB. Lokasinya tersebar di 29 kabupaten dan kota, meliputi 11 provinsi. Jumlah suspeknya sendiri mencapai lebih dari 10 ribu kasus. Tapi, Andi menegaskan bahwa gambaran mingguannya justru menunjukkan arah positif.

“Ada terjadi penambahan satu kasus meninggal dibanding dengan minggu ke-7, tapi secara keseluruhan kita lihat bahwa tren sudah menurun sampai dengan minggu ke-8,” katanya.

Pemantauan tentu masih terus dilakukan, terutama di 11 provinsi yang jadi episentrum. Daerah seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, sampai Sulawesi Tengah masih jadi fokus utama untuk menekan laju penularan.

Memang, siklus campak tahun lalu cenderung tinggi. Andi tak menampik hal itu. Namun begitu, penanganan di tahun ini dinilai lebih efektif, terbukti dari angka di bulan Februari yang bisa ditekan.

“Kasus di bulan Februari tahun ini relatif lebih rendah, terutama jika dibandingkan dengan 2025, 2024, kemudian juga 2023,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan ini cukup konsisten dan terjadi hampir di semua wilayah yang sebelumnya melaporkan lonjakan. Beberapa provinsi besar bahkan kondisinya sudah mulai stabil.

Di sisi lain, kewaspadaan tetap harus dijaga. Kemenkes mengingatkan bahwa siklus tahunan penyakit ini berpotensi naik lagi di penghujung tahun, apalagi jika imunisasi rutin tidak diperkuat. Jadi, lengah bukanlah pilihan.

“Sumatera Barat minggu-minggu terakhir pada 2025 kasusnya meningkat, tetapi serupa dengan Sumatera Utara, pada tahun 2026 kasusnya mulai menurun sampai dengan minggu ke-8,” tutup Andi.

Nadya Kurnia

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar