Laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan membawa kabar yang mulai menggembirakan soal penanganan campak. Setelah sempat melonjak di awal tahun, tren kasus penyakit ini akhirnya menunjukkan penurunan sepanjang Februari 2026. Situasi ini tentu jadi angin segar setelah kecemasan di bulan Januari.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, mengonfirmasi perkembangan ini. Ia mengakui memang terjadi peningkatan signifikan di bulan pertama tahun ini. Tapi data terkini menunjukkan grafik yang mulai melandai.
“Tren kasus dan suspek campak meningkat pada Januari dan kemudian mulai menurun sepanjang Februari tahun 2026 ini,” ujar dr. Andi dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/3/2026).
Kalau dilihat dari data per minggu ke-8 tahun 2026, tercatat ada 45 Kejadian Luar Biasa atau KLB. Lokasinya tersebar di 29 kabupaten dan kota, meliputi 11 provinsi. Jumlah suspeknya sendiri mencapai lebih dari 10 ribu kasus. Tapi, Andi menegaskan bahwa gambaran mingguannya justru menunjukkan arah positif.
“Ada terjadi penambahan satu kasus meninggal dibanding dengan minggu ke-7, tapi secara keseluruhan kita lihat bahwa tren sudah menurun sampai dengan minggu ke-8,” katanya.
Pemantauan tentu masih terus dilakukan, terutama di 11 provinsi yang jadi episentrum. Daerah seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, sampai Sulawesi Tengah masih jadi fokus utama untuk menekan laju penularan.
Artikel Terkait
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Terharu Saksikan Bantuan Indonesia untuk Palestina
Imsak Jakarta 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB pada 7 Maret 2026
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran 2026