Perlu diingat, ada jeda operasional saat Hari Raya Nyepi. Pelayaran dihentikan sementara di Ketapang, Gilimanuk, Lembar, dan Padangbai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jadi, para pemudik yang melintas di wilayah Bali dan Lombok perlu memperhatikan waktu ini.
Soal kesiapan armada, Heru Widodo memastikan kapal yang beroperasi cukup banyak. Di Merak–Bakauheni, misalnya, akan ada 28 hingga 33 kapal per hari. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, angkanya antara 28 sampai 32 kapal. Mereka juga menyiapkan delaying system melalui buffer zone di jalur menuju pelabuhan, plus pembatasan radius pembelian tiket fisik untuk mengurangi kepadatan di lokasi.
Yang menarik, ada stimulus diskon tarif dari pemerintah. Diskon 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan yang setara rata-rata 21,9 persen dari total biaya penyeberangan akan diterapkan di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis. Diskon ini berlaku untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan tertentu, baik reguler maupun express.
Kebijakan single tarif juga akan diberlakukan di Merak dan Bakauheni pada waktu yang berbeda. Ini dimaksudkan agar distribusi layanan lebih merata dan terkendali.
Dengan semua persiapan matang ini, ASDP optimistis mobilitas masyarakat selama mudik nanti bisa berjalan relatif lancar. Konektivitas logistik juga diharapkan tetap terjaga. Mereka mengimbau calon penumpang untuk membeli tiket lebih awal via aplikasi Ferizy, datang sesuai jadwal di tiket, dan yang paling penting: mengisi data identitas dengan lengkap dan benar. Hal sepele ini ternyata krusial untuk akurasi manifest dan tentu saja, keselamatan pelayaran bersama.
Artikel Terkait
Istri Gubernur Kaltim Jadi Sorotan Usai Pakai Jam Tangan Rp278 Juta
Imsak di Bekasi Pukul 04.32 WIB, Berikut Jadwal Lengkap Puasa 5 Maret 2026
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran
AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II