Nah, di sinilah fotonika masuk. Teknologi ini, sederhananya, menggunakan cahaya bukan sinyal listrik biasa untuk menciptakan koneksi antar chip. Hasilnya? Kecepatan inferensi yang jauh lebih tinggi dengan konsumsi daya yang lebih efisien. Makanya, tak heran jika teknologi ini kini jadi pilihan banyak pembuat chip.
Nvidia bukan satu-satunya yang melirik bidang ini. Produsen chip lain, Marvell Technology, juga sudah bergerak lebih dulu. Tahun lalu mereka mengakuisisi startup Celestial AI dengan nilai kesepakatan mencapai 3,25 miliar dolar AS. Tujuannya sama: memanfaatkan keahlian fotonika startup tersebut.
Jadi, dua kesepakatan investasi Nvidia ini punya potensi besar. Di tengarai persaingan industri AI yang semakin panas, langkah ini bisa memperkokoh posisi mereka. Mereka tak cuma mengandalkan chip andalannya, tapi juga membangun pondasi untuk infrastruktur komputasi masa depan. Sebuah langkah cerdas di tengah euforia AI yang tak kunjung reda.
Artikel Terkait
Ekonom UOB: Daya Beli Menurun, Manufaktur Jadi Kunci Dongkrak Kelas Menengah
Menteri Pertanian Pastikan Stok Pangan Aman di Tengah Konflik Global
Prabowo Undang Jokowi dan Maruf Amin untuk Silaturahmi di Istana
AS Siap Perang Jangka Panjang dengan Iran, Operasi Gabungan Hadapi Perlawanan Sengit