Gelombang pembatalan penerbangan masih terus terjadi. Imbasnya dari penutupan ruang udara di Timur Tengah, bandara-bandara di Indonesia pun ikut merasakan dampaknya. Salah satunya Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.
Hingga siang tadi, Senin 2 Maret 2026, tercatat sudah 15 penerbangan internasional yang batal. Rinciannya, delapan untuk keberangkatan dan tujuh untuk kedatangan. Ini bukan angka kecil, dan ribuan penumpang pastinya terdampak.
Menurut Gede Eka Sandi Asmadi, selaku Communication and Legal Division Head bandara tersebut, situasi ini adalah konsekuensi langsung dari ketegangan di langit wilayah konflik.
"Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal,"
Begitu penjelasannya dalam rilis tertulis hari ini. Intinya, meski ada gangguan spesifik ini, aktivitas bandara secara keseluruhan belum kacau.
Maskapai-maskapai Timur Tengah seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways yang paling terpukul. Sejak 28 Februari lalu, jadwal mereka dari dan ke Denpasar berantakan. Penerbangan dibatalkan beruntun.
Yang repot tentu saja penumpang. Sandi menyebut ada sekitar 3.197 calon penumpang keberangkatan yang rencananya buyar. Penanganannya sekarang diserahkan ke kebijakan masing-masing maskapai, entah itu penjadwalan ulang atau soal kompensasi.
Artikel Terkait
Pemerintah Larang Truk Besar di Jalan Tol dan Arteri Utama Saat Mudik Lebaran 2026
Gubernur DKI Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Harga, Siapkan Langkah Antisipasi
APINDO dan Produsen Listrik Swasti Khawatir Pemangkasan Produksi Batu Bara Ancam Pasokan Listrik Nasional
Luhut Kenang Keteladanan dan Kesetiaan Try Sutrisno