Soal cadangan, dia berusaha menenangkan. Bahan bakar minyak nasional disebutnya masih aman untuk kebutuhan 20 hari ke depan. Tapi, di sisi lain, Bahlil tidak menutup mata pada kemungkinan gejolak harga. "Sampai hari ini enggak ada masalah," katanya, lalu berlanjut, "Tapi kan harga dunia pasti akan mengalami koreksi ketika kondisi geopolitik di Timur Tengah terus memanas."
Lalu, apa langkah konkretnya? Rencananya, Bahlil akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) hari Selasa ini. "Rapat dulu, baru saya laporkan," jelasnya mengenai langkah selanjutnya.
Mengenai opsi pasokan lain, dia menyentuh soal impor dari Amerika Serikat. Prosesnya, kata Bahlil, masih berjalan. "Setelah ditandatangani, baru kita tindak lanjuti detailnya. Kita kasih waktu sekitar 60 hari," ujarnya. "Dan sampai hari ini, sebagian sudah kita ambil, terutama untuk elpiji."
Pertemuan di Istana itu terasa singkat, namun sinyal yang dikirim jelas: pemerintah mulai bersiap, mengantisipasi gelombang dampak yang mungkin sampai ke Indonesia.
Artikel Terkait
Jet Tempur AS Ditembak Jatuh oleh Sistem Pertahanan Udara Kuwait
Serangan Drone Hentikan Sementara Operasional Kilang Ras Tanura, Harga Minyak Bergejolak
Presiden Prabowo Perintahkan Menko Pangan Pastikan Stok dan Harga Aman Jelang Ramadan-Lebaran
Pemerintah Andalkan Ramadan dan Stimulus untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 2026