Suara dari pengasingan muncul setelah kabar wafatnya pemimpin tertinggi Iran. Reza Pahlavi, sang putra mahkota dari dinasti terakhir Iran, bersama putrinya yang bermukim di Los Angeles, memberikan tanggapan. Namun, di Jakarta, pernyataan mereka justru dibalas dengan sikap dingin dari Kedutaan Besar Iran.
Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi, dengan tegas menyatakan bahwa sosok Pahlavi tak dianggap berarti di tanah airnya. "Masyarakat kami di Iran tidak menganggapnya ada. Mereka juga tidak menganggap serius orang yang disebutkan wartawan tadi," ujar Boroujerdi di Rumah Dinas Kedubes, Senin lalu.
Pernyataannya itu disampaikan dengan nada yang cukup gamblang.
Boroujerdi lalu menyinggung masa lalu. Dia mengingatkan kembali soal kudeta 1953 yang dianggapnya didalangi AS untuk mengembalikan Shah. Menurutnya, kepemimpinan rezim lama itulah yang akhirnya memicu revolusi besar 1979.
"Kalau mereka memang menginginkan demokrasi untuk Iran," tanyanya retoris, "lalu untuk apa rakyat Iran turun ke jalan pada 1979 dan menggulingkan pemerintahan Shah?"
Meski begitu, sang dubes tak sepenuhnya menutup mata. Dia mengakui bahwa memang ada gelombang ketidakpuasan dan protes di dalam negeri terhadap kepemimpinan almarhum Khamenei. Namun, dia bersikukuh bahwa hal itu sama sekali tidak mengangkat wibawa Pahlavi.
"Yang protes dan tidak puas pun di Iran," tegasnya, "tidak menganggap orang ini sebagai figur yang serius."
Sebelumnya, Reza Pahlavi sudah lebih dulu buka suara. Melalui akun X-nya, dia menyambut kabar kematian Khamenei dengan kata-kata yang keras dan penuh simbol.
Dia menyebut Khamenei sebagai "Zahhak yang haus darah di zaman kita", merujuk pada raja lalim dalam mitologi Persia. "Pembunuh puluhan ribu putra-putri Iran paling berani itu telah dihapus dari halaman sejarah," tulisnya.
Baginya, akhir dari sang pemimpin juga berarti akhir dari rezim. "Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah."
Pernyataan yang ditunggu-tunggu sebagian pihak, tapi tampaknya masih dianggap sebagai suara dari jauh yang samar.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Peredaran Tramadol Ilegal di Bogor dengan Modus Jualan Roti Keliling
Wamen Haji Lepas Petugas Kloter Pertama yang Bertugas Terlama ke Arab Saudi
Pakar: Gencatan Senjata AS-Iran Masih Bisa Diperpanjang dengan Syarat
Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Dilanjutkan Pagi Ini